Home » Archives for Januari 2013
Rabu, 16 Januari 2013
PENGERTIAN UMROH
-PENGERTIAN UMROH
menurut saya umroh ialah berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan Thawaf, Sa’i dan Tahallul dalam waktu yang tidak ditentukan, untuk mencari keridhaan Allah SWt.
-KETERANGAN
» Umroh disunahkan bagi setiap muslim yang mampu. Pelaksanaan dapat dilakukan kapan
saja
kecuali tgl 10 Zulhijah dan hari-hari Tasyrik tgl 11,12,13 Zulhijah.
» Umroh saat bulan Ramadhan sama dengan melakukan Ibadah Haji.
-UMROH DI BAGI MENJADI 3 YAITU:
1. Umrah Mufradah
2. Umrah Tamattu'
3. Umrah Sunah
-SYARAT-SYARAT UMROH:
1. islam
2. baligh/dewasa
3. berakal sehat
4. merdeka
5. mampu
-TAHAPAN UMROH-TAHAPAN UMROH
KEGIATAN
1. Berangkat menuju Miqat.
2. Berpakaian dan berniat Ihram di Miqat.
3. melakukan Shalat sunat ihram 2 rakaat jika memungkinkan.
4. Melafazhkan niat Umroh.
5. Teruskan perjalanan ke Mekah, dengan membaca Talbiah sebanyak-banyaknya dan mematuhi
larangan saat ihram.
6. Melakukan Tawaf sebanyak 7 putaran.
7. Melakukan Sa'i antara Bukit Safa - Bukit Marwah sebanyak 7 kali.
8. melakukan Tahallul atau menggunting rambut.
-ISTILAH PADA IBADAH UMROH
Aqabah : salah satu tempat pelemparan jumrah, dengan nama jumrah Aqabah.
Arafah : Tempat jamaah haji melakukan Wukuf yang di lakukan pada tanggal 9 dhulhizah.
Arbain : Kegiatan shalat wajib 5 waktu yg berturut-turut selama 8 hari.
-RUKUN DAN WAJIB UMROH
-Rukun Umroh
1. Ihram : keadaan seseorang yang telah beniat untuk melaksanakan umrah.
larangan saat ihram:
1. Tidak boleh memotong dan mencabut rambut, memotong kuku,dan menggaruk kulit sampai terklupas.
2. Tidak boleh menggunakan parfum, termasuk parfum yang ada pada sabun.
3. Tidak boleh bertengkar.
4. Tidak boleh bermesraan.
5. Tidak boleh berhubungan suami isteri.
6. Tidak boleh berkata yang tidak baik.
7. Tidak boleh menikah atau menikahkan.
8. Tidak boleh berburu binatang atau membantu berburu.
9. Tidak boleh membunuh binatang (kecuali mengancam jiwa),dan mencabut
tumbuhan.
10. Tidak boleh ber make-up.
11. Pria tidak boleh : memakai penutup kepala, memakai pakaian berjahit, dan
tidak boleh memakaialas kaki.
2. Tawaf : suatu ritual mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali sebagai bagian pelaksanaan
umrah.
Adapun syarat-syaratnya adalah :
1. Suci dari hadast.
2. Suci badan/pakaian/tempat tawaf.
3. Menutup aurat.
4. Bermula pada sudut Al-Hajarul Aswad dan berniat Tawaf jika Tawaf
Wada'/Sunat/Nazar.
5. Menjadikan Baitullah di sebelah kiri dan berjalan ke hadapan. (berlawanan
dengan arah jarum jam jika dilihat dari atas)
6. Berjalan bertujuan Tawaf, bukan bertujuan lain.
7. Cukup 7 kali keliling dengan yakin.
8. Dilakukan dalam Masjidil Haram dan di luar dari Hijir Ismail/Syazarwan.
Tawaf pun dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :
1. Tawaf Rukun.
2. Tawaf Qudum.
3. Tawaf Wada'.
4. Tawaf Sunat.
5. Tawaf Nazar.
Ada beberapa sunah-sunah tawaf diantaranya :
1. Berjalan kaki.
2. Berittiba' bagi Tawaf diiringi dengan Sa'ie (Lelaki)
3. Melakukan Ramal (Berlari-lari anak) bagi Tawaf yang diiringi dengan Sa'i
(Lelaki)
4. Istilam Hajarul Aswad dan Mengucupnya/Istilam Rukun Yamani dan tidak
Mengucupnya.
5. Membaca Zikir dan Doa.
6. Berturut-turut 7 kali keliling.
7. Tawaf dengan Khusyuk/Tawadhuk.
8. Sembahyang Sunat Tawaf.
3. Sa'i : salah satu rukun umrah yang dilakukan dengan berjalan kaki menuju Bukit Shafa ke
Bukit Marwah sebanyak 7 kali.
4. Tahallul : tahallul yaitu dengan mencukur atau memotong rambut sedikitnya 3 helai rambut.
-tahallul di bagi menjadi dua yaitu:
1. Tahallul Awal
2. Tahallul Sani/Qubra
5. Tertib :menjalankan umroh dengan tertib.
-Wajib Umroh
1. Niat Ihram di Miqat
2. Meninggalkan larangan selama Ihram
-Hukum menunaikan ibadah Umrah ada dua yaitu:
1. Wajib :jika melakukann umrah untuk haji
2. Sunnah : jika melakukan umrah selain ibadah haji
untuk selengkapnya klik di sini
DOA-DOA TENTANG UMROH
DOA-DOA
TENTANG UMROH
1. Doa Orang
Yang Akan Bepergian Untuk Keluarga Yang Ditinggal
ASTAUDI’ULLOOHA DIINAKA, WA AMAANA TAKA, WA
KHOWAATIIMA’
AMALIKA
AMALIKA
artinya: Aku menitipkan agamamu, amanatmu
dan akhir
dari
semua perbuatanmu hanya kepada Allah”.
2. Doa Orang
Yang Akan Ditinggal Bepergian umroh
ZAWWADAKALLOOHUT TAQWAA, WA GHOFARO
DZANBAKA,
WA YASSARO LAKAL KHOIRO HAITSU MAA KUNTA
artinya: Semoga Allah memberikan bekal taqwa
kepadamu, mengampuni
dosamu dan memudahkan kebaikan kepadamu di mana
saja
kamu berada.
3. Doa
Ketika Keluar Dari Rumah
BISMILLAAHI TAWAKKALTU ’ALALLOOHI WA LAA
HAULA WA LAA
QUWWATA ILLAA BILLAHI
QUWWATA ILLAA BILLAHI
artinya: Dengan nama Allah (aku keluar) aku
bertawakal kepada Allah dan
tiada daya dan upaya kecuali
atas (izin dan pertolongan) Allah.
4. Doa
Ketika Duduk Di Atas Kendaraan
ALLOOHU AKBAR (3x).
-SUBHAANALLADZII SAKHORO LANAA HAADZAA
WAMAA KUNNAA LAHUU MUQRINIIN,
WA INNAA ILAA ROBBINAA LAMUNQOLIBUUN.
ALLOOHUMMA INNAA NAS ALUKA FII SAFARINAA
HAADZAA ALBIRRO WAT TAQWAA,
WAMINAL ’AMALI MAA TARDLOO.
-ALLOHUMMA HAWWIN ‘ALAINAA SAFARONAA HAADZAA,
WATHWI ’ANNAA BU’DAHU.
ALLOHUMMA ANTASH SHOOHIBU FISSAFARI
WAL KHOLIIFATU FIL AHLI.
-ALLOOHUMMA INNII A’UUDZUBIKA MIN WA’TSAA
ISSAFARI
WA KA AABATIL MANDHORI
WA SUU’IL MUNQOLABI FIL MAALI WAL AHLI
“Allah Maha Besar (3x).
Maha suci Allah (Dzat) yang menundukkan
(kendaraan dan perjalanan) ini kepada kami,
sedang sebelumnya kami tidak mampu
dan sesungguhnya kami akan kembali kepada
Tuhan kami.
Ya Allah sesungguhnya kami mohon kebaikan
dan taqwa dalam perjalanan ini,
dan bimbinglah kami melakukan perbuatan yang
Engkau ridloi.
Ya Allah permudahlah perjalanan kami ini,
dan jadikan
perjalanan yang jauh seolah-olah dekat.
Ya Allah Engkaulah teman dalam bepergian dan
yang mengurusi keluargaku.
Ya Allah sesungguhnya aku berlindung
kepadaMu
dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan
yang menyedihkan
dan perubahan yang jelek dalam harta dan
keluarga”.
5. Apabila
Telah Sampai Di Miqot, Membaca Niat Umrah
Niat Umrah :
LABBAIKA ALLOOHUMMA ‘UMROTAN
artinya: Kusambut panggilanMu Ya Allah untuk
berumrah.
6. Membaca
Talbiyah Berulang-Ulang Sampai Thawaf
LABBAIKA ALLOHUMMA LABBAIK. LABBAIKA LAA
SYARIIKA LAKA
LABBAIK INNAL HAMDA WANNI’MATA LAKA WALMULK LAA SYARIIKA
LAK
LABBAIK INNAL HAMDA WANNI’MATA LAKA WALMULK LAA SYARIIKA
LAK
artinya:Kusambut panggilanMu Ya Allah, tiada
sekutu bagiMu,kusambut
panggilan-Mu, sesungguhnya
segala puji,segala ni’mat dan kekuasaan
hanyalah bagiMu, tiada sekutu bagiMu.
7. Doa
Ketika Melihat Masjidil Haram
ALLOOHUMMA ANTASSALAAM, WA MINKAS SALAAM,
FAHAYYINAA
ROBBANAA BISSALAAM WA ADKHILNAL JANNATA DAAROSSALAAM
ROBBANAA BISSALAAM WA ADKHILNAL JANNATA DAAROSSALAAM
artinya: Ya Allah, Engkaulah Maha
Penyelamat, dari engkaulah segala
keselamatan,hidupkanlah kami
ya Robb dengan penuh keselamatan
dan masukanlah kami ke dalam
surga (sebagai negeri) keselamatan.
8. Doa Ketika Masuk Masjid
ALLOOHUMMAFTAH LII ABWAABA ROHMATIK
artinya: Ya Allah bukakanlah pintu-pintu
rahmatMu untukku”.
9. Doa
Ketika Melihat Ka’bah
ALLOOHUMMA ZID HAADZAL BAITA TASYRIIFAN WA
TA’ZHIIMAN WA
TAKRIIMAN WA MAHAABATAN WA ZID MAN
SYARROFAHU WA ZID
MAN SYARROFAHU WA KARROMAHU MIMMAN HAJJAHU AWI’
TAMAROHU TASYRIIFAN WA TA’ZHIIMAN WATAKRIIMAN WABIRRON
TAMAROHU TASYRIIFAN WA TA’ZHIIMAN WATAKRIIMAN WABIRRON
artinya: Ya Allah tambahkanlah ke Baitullah
ini kemuliaan,
keagungan,keunggulan, dan kehebatan,
tambahkan
pula kepada orang yang
memuliakannya dari kalangan
yang berhaji atau umrah, kehormatan,
keagungan, kemulian,
dan
kebaikan baginya.
10. Doa
Ketika Keluar Masjid
ALLOOHUMMA INNII AS ALUKA MIN FADHLIK.
artinya: Ya Allah sesungguhnya aku mohon
karunia dariMu.
11. Thawaf
Mengelilingi Ka’bah
A.Thawaf
dimulai dari lampu hijau yang lurus dengan Hajar Aswad. Ketika
melewati lampu tersebut, sambil menghadap
Hajar Aswad dan berisyarat
dengan
tangan kanan serta membaca:
BISMILLAAHI
ALLOOHU AKBAR
artinya: Dengan menyebut nama Allah,Allah
Yang Maha Besar.
Setelah itu
menghadap ke kanan sehingga Ka’bah berada di sebelah kiri kita, dan mulailah
thawaf mengelilingi Ka’bah.
Ketika
mengelilingi kabah, tidak ada doa yang wajib dibaca. Namun, Anda dapat membaca:
SUBHAANALLOOH, WALHAMDULILLAAH,
WA LAA ILAAHA ILLALLOOH, WALLOOHU AKBAR
artinya: Maha Suci Allah, Segala Puji Bagi
Allah,
Tiada Tuhan selain Allah, Alloh Maha Besar”.
B. Di antara
Rukun Yamani dan Hajar Aswad, membaca do’a:
ROBBANAA AATINA FIDDUNYAA HASANAH WA FIL
AAKHIROTI
HASANAH WA QINAA ADZAA BANNAAR
HASANAH WA QINAA ADZAA BANNAAR
artinya: Wahai Tuhan kami, berilah kami
kebaikan di dunia dan kebaikan di
akhirat, dan jauhkanlah kami dari
siksaan api neraka.
C. ketika berada di antara hajar aswad dan lampu hijau,
palingkan wajah ke Hajar
Aswad
& berisyarat dengan tangan
sambil membaca:
BISMILLAAHI ALLOHU AKBAR
artinya: Dengan menyebut nama Allah, Allah
Yang Maha Besar.
Ulangi sebanyak 7 kali.
12. Setelah
Thawaf Langsung Menuju Maqam Ibrahim Sambil Membaca:
WATTAKHIDZUU MIN MAQOOMI IBROOHIIMA
MUSHOLLA
artinya: Dan jadikanlah sebagian Maqam
Ibrahim sebagai tempat sholat.
13. Sholat 2
Raka’at Di Depan Makam Ibrohim.
Setelah membaca Surat Al Fatihah membaca:
a. Rakaat Pertama : QS. Al Kafirun.
b. Rakaat Kedua : QS. Al Ikhlas.
14. Berdoa Di
Tempat Sekitar Makam Ibrohim.
15. Meminum
Air Zamzam.
ALLOOHUMMA INNII AS-ALUKA ‘ILMAN NAAFI’AN
WA RIZQON WAASI’AN
WA SYIFAA-AN MIN KULLI DAA-IN
artinya: Ya Alloh, aku memohon kepada-Mu
ilmu yang bermanfaat,
rizki yang luas dan obat dari segala
penyakit.
16. Doa
Ketika Sa’i
A. Naik ke
bukit shafa melalui “Baabus Shafa” sambil membaca:
INNASH SHOFAA WAL MARWATA MIN SYA’AAIRILLAH,
ABDA-U BIMAA BADA-ALLOOHU BIHI
artinya: Sesungguhnya Shafa dan Marwah itu
merupakan bagian dari syiar Allah.
Aku memulai Sa’i dengan apa yang
didahulukan oleh Allah.
B. Tiba di
Shafa mengangkat kedua tangan dan menghadap ka’bah, sambil membaca do’a:
ALLOHU AKBAR (3x) LAA ILAAHA ILLALLOHU
WAHDAHU LAA
SYARIIKALAH, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ’ALAA
KULLI SYAI’IN QODIIR. LAA ILAAHA ILLALLOHU WAHDAH, ANJAZA
SYARIIKALAH, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ’ALAA
KULLI SYAI’IN QODIIR. LAA ILAAHA ILLALLOHU WAHDAH, ANJAZA
WA’DAH,
WANASHORO ’ABDAH, WAHAZAMAL AHZAABA WAHDAH
“Allah maha Besar (3x).
artinya: Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha
Esa, Tiada sekutu bagiNya,
milikNya segala kekuasaan, Segala puji
bagiNya,
Dialah Yang Maha Kuasa atas segalanya,
Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Dia
memenuhi janjiNya,
Dia yang menolong hambaNya,Dia sendiri yang
mengalahkan musuhNya.
C. Dari
Shafa menuju Marwah dan melakukan seperti apa yang dilakukan di bukit
Shafa (doanya sama)
Shafa (doanya sama)
17. Tidak
Ada Doa-Doa Khusus Ketika Mabit Di Mina, Wuquf Di Arafah, Mabit Di
Muzdalifah.
18. Doa
Ketika Melompar Jumrah
A. Jumratul
Aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah melempar 7 kali lemparan. Setiap
kali melempar membaca:
ALLOOHU AKBAR, ALLOOHUMMAJ’ALHU HAJJAN
MABRUUROO
WA DZANBAN MAGHFUURO
artinya: Allah Yang Maha Besar, Ya Allah
jadikanlah Haji ini mabrur,dan
ampunilah dosa.
B. Jumratul
Ula, Wustha dan Aqabah pada hari-hari tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah)
C. Lemparlah
ketiga Jumrah tersebut selama menetap di Mina setelah matahari
tergelincir, mulai dari Jumratul Ula,
Wustha, dan terakhir Jumratul Aqabah,
setiap Jumrah dengan 7 kali lemparan batu kecil sambil bertakbir pada
RINGKASAN UMROH
RINGKASAN UMROH
Firman Allah : “ Sempurnakanlah Haji & Umrah untuk Allah”
Penyempurnaan amal Umrah merupakan tuntutan dari Allah SWT. sebagaimana perintah-Nya dalam firman-Nya di atas. Pelaksanaan Ibadah Umrah yang sempurna adalah : Pelaksanaan amal Umrah yang mengikuti tata cara Nabi Muhammad SAW. Adapun tata cara Umrah yang telah diteladankan oleh Nabi tersebut terbagi dalam tiga (3) bentuk amal, yaitu :
1. Amal Rukun,
2. Amal yang Wajib dan
3. Amal yang Sunnah.
Amal Rukun :
Beberapa amalan Umrah yang menjadi syarat sah atau tidaknya umrah yang dilakukan. Apabila salah satu dari amal Rukun ini ditinggalkan maka Umrah yang dilakukan tidak sah dan tidak dapat diganti dengan denda atau dam, selain mengulangi pelaksanaan umrah kembali.
Amal Rukun Umrah ini ada Lima (5) yaitu :
1. Niat Ihram,
2. Thawaf,
3. Sai,
4. Tahalul dan
5. Tertib.
Amal Wajib :
Amalan yang harus dilakukan pada saat melaksanakan ibadah Umrah. Bila tertinggal maka diharuskan menggantinya dengan membayar Dam dan Umrahnya menjadi sempurna setelah Dam tersebut terbayarkan. Sebagaimana Hadist Nabi “Barang siapa meninggalkan suatu ibadah atau lupa maka dia wajib menyembelih kurban”
Adapun amalan yang tergolong Amal wajib Umrah adalah :
1. Niat Ihram dari miqot,
2. memakai pakaian ihram,
3. mematuhi semua larangan ihram.
Amalan Sunnah :
Amalan Umrah yang terpuji apabila dilaksanakan. Amalan ini merupakan pelengkap dan penyempurna bagi pelaksanaan ibadah Umrah; diberi pahala bagi mereka yang mengerjakan tetapi apabila pelaksanaannya tertinggal tidak membatalkan ibadah Umrahnya dan tidak membayar Dam.
Yang termasuk amalan sunnah adalah :
1. mandi ihram (sebelum ihram),
2. memakai wangi-wangian sebelum ihram (bagi laki–laki),
3. melafazdkan niat ihram di miqot sesudah shalat,
4. mengulang bacaan talbiyah,
5. berdo’a saat memasuki kota Mekkah,
6. berdo’a saat masuk Masjidil Haram,
7. berdo’a saat melihat Ka’bah,
8. mencium Hajar Aswad,
9. shalat di Hijir Ismail,
10. minum Air Zam -zam,
11. memperbanyak melaksanakan Thawaf Sunnah.
TATA CARA UMROH
1. Mandi Ihram.
2. Memakai wangi - wangian.
3. Memakai pakaian ihram.
4. Berada atau melewati Miqot, tempat – tempat Miqot itu adalah : Al Juhfa, Dzatu Irqin, Dzul
Hulaifah (Bir Ali’), Yalamlam, Qarnul Manazil. (Jamaah Umrah yang datang dari arah Medinah
Miqotnya di Bir Ali)
5. Niat ihram. Saat berada atau melewati miqot. Adapun lafadz niatnya adalah:
Labbaikallahumma umratan
6. Mengulang bacaan Talbiyah
7. Mematuhi larangan selama ihram, yaitu :
• (1). Tidak berkata cabul, kefasikan atau berdebat.
• (2). Tidak mencabut atau menggunting bulu atau rambut di badan.
• (3). Tidak memotong kuku, mencabut tanaman, berburu binatang.
• (4). Tidak memakai wangi – wangian.
• (5). Tidak memakai sepatu dan menutup kepala bagi laki-laki.
• (6). Tidak memakai kaos tangan bagi wanita
• (7). Tidak boleh bermesraan suami istri.
• (8). Tidak boleh meminang, dipinang, menikahkan dan dinikahkan.
8. Berdoa saat memasuki kota Suci Mekka.
9. Bordoa saat memasuki Masjidil Haram.
10. Berdoa saat melihat Ka’bah.
11. Thawaf, adapun amalan thawaf adalah :
• Memulai dengan niat thawaf, diawali dari Sudut Hajar Aswad dengan mengangkat tangan
kanan, menghadap Hajar Aswad mengucapkan Bismillahi Allahu Akbar sambil mengecup tangan.
• Memutari Ka’bah 7 putaran dengan senantiasa berzikir, berdoa dan setiap melewati Rukun Yamani
di sunnahkan mengangkat tangan tanpa dikecup. Selama Thawaf disyaratkan dalam keadaan
mempunyai berwudlu.
• Saat melewati antara sudut Rukun Yamani dan sudut Hajar Aswad di sunnahkan membaca doa.
• Mengerjakan sholat 2 rakaat di belakang Makamm Ibrahim dengan membaca surat Al-Kafirun di
rakaat I dan surat Al-Ikhlas di rakaat II.
• Menunaikan Do’a di Multazam.
12. Minum Air Zam-zam.
13. Sai, pelaksanaanya adalah :
• Niat Sa'i.
• Memulai dengan mendaki bukit Shafa dan selanjutnya berjalan menuju bukit Marwa dan seterusnya
bolak–balik tujuh kali dengan senantiasa berdoa dan berdzikir.
• Dianjurkan bagi laki-laki untuk berlari-lari kecil saat melewati batas hijau baik pada jalur Shafa –
Marwa maupun jalur Marwa – Shafa.
• Bersa'i tidak disyaratkan mempunyai wudlu.
14. Bertahallul yaitu menggunting rambut kepala sebagai tanda selesainya ibadah umrah dan
lepasnya dari ihram.
Amalan lain yang dianjurkan untuk dikerjakan :
Selama di Medinah :
1. Sholat berjamaah di Masjid.
2. Banyak melakukan Sholat Sunnah.
3. Berziarah ke Makam Rasulullah SAW.
4. Berziarah ke Makam Abu Bakar AS-Siddiq, Umar bin Khatab dan Baqi’
5. Masuk ke Raudhah dan beri’tikaf.
6. Mengikuti Sholat Jenazah
Selama di Mekkah :
1. Sholat Jamaah di Masjidil Haram.
2. Thawaf Sunnah.
3. Banyak melakukan Sholat Sunnah
4. Memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir dan berdoa .
5. Mengikuti Sholat Jenazah.
Untuk selengkapnya klik di sini
Firman Allah : “ Sempurnakanlah Haji & Umrah untuk Allah”
Penyempurnaan amal Umrah merupakan tuntutan dari Allah SWT. sebagaimana perintah-Nya dalam firman-Nya di atas. Pelaksanaan Ibadah Umrah yang sempurna adalah : Pelaksanaan amal Umrah yang mengikuti tata cara Nabi Muhammad SAW. Adapun tata cara Umrah yang telah diteladankan oleh Nabi tersebut terbagi dalam tiga (3) bentuk amal, yaitu :
1. Amal Rukun,
2. Amal yang Wajib dan
3. Amal yang Sunnah.
Amal Rukun :
Beberapa amalan Umrah yang menjadi syarat sah atau tidaknya umrah yang dilakukan. Apabila salah satu dari amal Rukun ini ditinggalkan maka Umrah yang dilakukan tidak sah dan tidak dapat diganti dengan denda atau dam, selain mengulangi pelaksanaan umrah kembali.
Amal Rukun Umrah ini ada Lima (5) yaitu :
1. Niat Ihram,
2. Thawaf,
3. Sai,
4. Tahalul dan
5. Tertib.
Amal Wajib :
Amalan yang harus dilakukan pada saat melaksanakan ibadah Umrah. Bila tertinggal maka diharuskan menggantinya dengan membayar Dam dan Umrahnya menjadi sempurna setelah Dam tersebut terbayarkan. Sebagaimana Hadist Nabi “Barang siapa meninggalkan suatu ibadah atau lupa maka dia wajib menyembelih kurban”
Adapun amalan yang tergolong Amal wajib Umrah adalah :
1. Niat Ihram dari miqot,
2. memakai pakaian ihram,
3. mematuhi semua larangan ihram.
Amalan Sunnah :
Amalan Umrah yang terpuji apabila dilaksanakan. Amalan ini merupakan pelengkap dan penyempurna bagi pelaksanaan ibadah Umrah; diberi pahala bagi mereka yang mengerjakan tetapi apabila pelaksanaannya tertinggal tidak membatalkan ibadah Umrahnya dan tidak membayar Dam.
Yang termasuk amalan sunnah adalah :
1. mandi ihram (sebelum ihram),
2. memakai wangi-wangian sebelum ihram (bagi laki–laki),
3. melafazdkan niat ihram di miqot sesudah shalat,
4. mengulang bacaan talbiyah,
5. berdo’a saat memasuki kota Mekkah,
6. berdo’a saat masuk Masjidil Haram,
7. berdo’a saat melihat Ka’bah,
8. mencium Hajar Aswad,
9. shalat di Hijir Ismail,
10. minum Air Zam -zam,
11. memperbanyak melaksanakan Thawaf Sunnah.
TATA CARA UMROH
1. Mandi Ihram.
2. Memakai wangi - wangian.
3. Memakai pakaian ihram.
4. Berada atau melewati Miqot, tempat – tempat Miqot itu adalah : Al Juhfa, Dzatu Irqin, Dzul
Hulaifah (Bir Ali’), Yalamlam, Qarnul Manazil. (Jamaah Umrah yang datang dari arah Medinah
Miqotnya di Bir Ali)
5. Niat ihram. Saat berada atau melewati miqot. Adapun lafadz niatnya adalah:
Labbaikallahumma umratan
6. Mengulang bacaan Talbiyah
7. Mematuhi larangan selama ihram, yaitu :
• (1). Tidak berkata cabul, kefasikan atau berdebat.
• (2). Tidak mencabut atau menggunting bulu atau rambut di badan.
• (3). Tidak memotong kuku, mencabut tanaman, berburu binatang.
• (4). Tidak memakai wangi – wangian.
• (5). Tidak memakai sepatu dan menutup kepala bagi laki-laki.
• (6). Tidak memakai kaos tangan bagi wanita
• (7). Tidak boleh bermesraan suami istri.
• (8). Tidak boleh meminang, dipinang, menikahkan dan dinikahkan.
8. Berdoa saat memasuki kota Suci Mekka.
9. Bordoa saat memasuki Masjidil Haram.
10. Berdoa saat melihat Ka’bah.
11. Thawaf, adapun amalan thawaf adalah :
• Memulai dengan niat thawaf, diawali dari Sudut Hajar Aswad dengan mengangkat tangan
kanan, menghadap Hajar Aswad mengucapkan Bismillahi Allahu Akbar sambil mengecup tangan.
• Memutari Ka’bah 7 putaran dengan senantiasa berzikir, berdoa dan setiap melewati Rukun Yamani
di sunnahkan mengangkat tangan tanpa dikecup. Selama Thawaf disyaratkan dalam keadaan
mempunyai berwudlu.
• Saat melewati antara sudut Rukun Yamani dan sudut Hajar Aswad di sunnahkan membaca doa.
• Mengerjakan sholat 2 rakaat di belakang Makamm Ibrahim dengan membaca surat Al-Kafirun di
rakaat I dan surat Al-Ikhlas di rakaat II.
• Menunaikan Do’a di Multazam.
12. Minum Air Zam-zam.
13. Sai, pelaksanaanya adalah :
• Niat Sa'i.
• Memulai dengan mendaki bukit Shafa dan selanjutnya berjalan menuju bukit Marwa dan seterusnya
bolak–balik tujuh kali dengan senantiasa berdoa dan berdzikir.
• Dianjurkan bagi laki-laki untuk berlari-lari kecil saat melewati batas hijau baik pada jalur Shafa –
Marwa maupun jalur Marwa – Shafa.
• Bersa'i tidak disyaratkan mempunyai wudlu.
14. Bertahallul yaitu menggunting rambut kepala sebagai tanda selesainya ibadah umrah dan
lepasnya dari ihram.
Amalan lain yang dianjurkan untuk dikerjakan :
Selama di Medinah :
1. Sholat berjamaah di Masjid.
2. Banyak melakukan Sholat Sunnah.
3. Berziarah ke Makam Rasulullah SAW.
4. Berziarah ke Makam Abu Bakar AS-Siddiq, Umar bin Khatab dan Baqi’
5. Masuk ke Raudhah dan beri’tikaf.
6. Mengikuti Sholat Jenazah
Selama di Mekkah :
1. Sholat Jamaah di Masjidil Haram.
2. Thawaf Sunnah.
3. Banyak melakukan Sholat Sunnah
4. Memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir dan berdoa .
5. Mengikuti Sholat Jenazah.
Untuk selengkapnya klik di sini
Langganan:
Postingan (Atom)